"Selamat datang di Kabupaten Majene"

Suspendisse interdum consectetur libero id. Fermentum leo vel orci porta non. Euismod viverra nibh cras pulvinar suspen.

Dukung IKN dan Dongkrak Inovasi, Pemkab Majene Matangkan Rencana Induk Peta Jalan IPTEK 2025–2029

09 Desember 2026 Dilihat 95 kali Diskominfo Majene

Dukung IKN dan Dongkrak Inovasi, Pemkab Majene Matangkan Rencana Induk Peta Jalan IPTEK 2025–2029

Pemerintah Kabupaten Majene tengah mematangkan penyusunan dokumen Rencana Induk Peta Jalan Pemajuan IPTEK Daerah (RI-PJPID) Kabupaten Majene Tahun 2025–2029 sebagai strategi pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi melalui sinergi antara Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) 

Langkah ini diambil sebagai upaya nyata daerah dalam merespons dinamika global dan regional, termasuk mempersiapkan Kabupaten Majene sebagai salah satu wilayah penyangga penting bagi Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan.

Kepala BRIDA Kabupaten Majene, Inayati Salam,  mengungkapkan bahwa penyusunan dokumen RI-PJPID ini merupakan langkah yang bersifat mengikat seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Selain merupakan amanat undang-undang yang tertuang dalam UU No. 11 Tahun 2019, dokumen ini menjadi syarat wajib bagi pemerintah daerah untuk mengakses berbagai pos pendanaan inovasi dari pemerintah pusat. 

Dokumen ini dirancang untuk menjadi magnet pendanaan demi membuka akses ke Dana Alokasi Khusus (DAK) Inovasi, Dana BRIN, hingga Hibah Kementerian dan Lembaga.Lebih lanjut, RI-PJPID diposisikan sebagai jembatan strategis yang menghubungkan visi jangka panjang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025–2045 dengan rencana taktis lima tahunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. 

Kerja sama ini ditargetkan mampu melahirkan 10 inovasi daerah yang berhasil diadopsi serta mendongkrak Indeks Inovasi Daerah hingga naik 20 persen pada tahun 2029 mendatang melalui empat pilar utama: amanat undang-undang, ketepatan sasaran anggaran, keterukuran target, dan kolaborasi multisektor.

Di sisi perencanaan makro, arah pemajuan IPTEK ini dikonvergensikan secara penuh dengan program kebijakan Bappeda Majene yang mengacu langsung pada arah "LIMA PATTUYU" atau 5 Program Prioritas Pembangunan Kabupaten Majene.

Program prioritas tersebut meliputi stabilitas harga kebutuhan pokok melalui intervensi pangan, perluasan lapangan kerja untuk menekan pengangguran hingga 4,26 persen, pembangunan infrastruktur berwawasan lingkungan, penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan sesuai standar pelayanan minimal.

Riset dan teknologi yang dikembangkan nantinya akan difokuskan untuk menjawab isu-isu taktis di lapangan secara konkret. Beberapa program nyata yang disiapkan di antaranya hilirisasi komoditas unggulan seperti pengolahan biji kakao menjadi butter dan rumput laut menjadi karaginan untuk memacu ekonomi lokal, formulasi biskuit ikan untuk penanganan stunting, hingga penerapan Early Warning System untuk mitigasi bencana gempa bumi.

Langkah ini sekaligus menjadi jawaban ilmiah dalam menghadapi tantangan makro Majene seperti dominasi sektor primer, minimnya investasi, keterbatasan infrastruktur, serta tantangan pelestarian nilai budaya lokal. 

Melalui implementasi RI-PJPID 2025–2029, Pemkab Majene berkomitmen memacu pengembangan industri pengolahan berbasis sumber daya alam lokal guna menyokong kebutuhan logistik IKN, melakukan digitalisasi kebudayaan Mandar agar tetap lestari di era modern, serta memperkuat konektivitas wilayah. Sinergi yang melibatkan OPD, perguruan tinggi, pelaku usaha, UMKM, hingga BRIN Pusat ini diharapkan menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan pembangunan Kabupaten Majene yang cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Share on:

Pemerintah Kabupaten Majene