Penilaian Kinerja Kabupaten Dalam Pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Provi
Majene,- Menindak lanjuti surat Direktur Jendral Bina Pembangunan Daerah Kemendagri RI Nomor 440/2611, dilaksanakan kegiatan penilaian kinerja 8 aksi konvergensi penurunan stunting tahun 2021. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Grand Mutiara Mamuju, Kamis (2/6/2022).
Kegiatan dibuka oleh Sekprov Sulbar DR. Muhammad Idris M.Si, dihadiri oleh para kepala OPD Provinsi terkait, beserta undangan lain dari 6 Kabupaten se-Sulbar, dengan tujuan agar angka stunting bisa turun di Sulbar.
”Persoalan stunting bukan persoalan bangsa dimasa sekarang saja, melainkan menyangkut masa depan anak-anak kita sebagai penerus bangsa,” ucap Muhammad Idris dalam sambutannya. “Karena itu, Sekprov menekankan perlu adanya keterpaduan atau sinergitas lintas sektor dan antar tingkat pemerintah, dalam upaya mendorong percepatan pencegahan Stunting.”
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Majene, Arismunandar, S.STP menyampaikan bahwa kehadirannya bersama Sekda dan pimpinan OPD adalah bentuk komitmen Pemkab Majene dalam menurunkan angka stunting sesuai dengan yang telah di tuangkan dalam RPJMD, bahwa penanganan stunting menjadi IKU Indikator Kinerja Utama (IKU) dalam terget pembangunan yg di usung Bupati dan Wakil Bupati.
Sementara itu, Sekda Majene Ardiansyah, S.STP dalam paparannya menyampaikan kebijakan pemerintah dalam penurunan stunting, skenario penurunan stunting Kabupaten Majene, tahapan 8 aksi konvergensi, kegiatan inovatid, replikatif dan inspiratif yg telah di lakukan oleh Pemkab Majene dalam menurunkan angka stunting.
“Konvergensi penanganan stunting yang baik seharusnya berbanding lurus dengan penurunan stunting di suatu daerah, dan tolak ukur kinerja terbaik adalah turunnya angka stunting,” katanya. “Fakta perkembangan data stunting hasil analisis E PPGBM di Sulbar tahun 2020-2021, persentase prevalensi Majene Tahun 2020 adalah 34.25% dan tahun 2021 menurun menjadi 32,20%,” lanjutnya. “Data E PPGBM Kabupaten Majene dinilai akurat bahkan dijadikan sebagai bentuk inovasi yg telah diakui oleh ICONS Unhas bersama ?ementerian Kesehatan.”
Setelah acara, Sekprov mengunjungi stand pameran 6 kabupaten termasuk kabupaten Majene Bumi Assamalewuang yang menyajikan beberapa inovasi konvergensi penurunan stunting, menu sehat dan bergizi, serta beragan inovasi OPD dan desa yg di sajikan dalam bentuk banner.
Penilaian kinerja Kabupaten Majene sebagai kabupaten lokus di hadiri langsung oleh Wakil Bupati Majene sekaligus sebagai Ketua Tim TPPS, Sekda, Kepala Bappeda sebagai Wakil Ketua TPPS, dan Kepala OPD terkait, diantaranya Kadis Kesehatan, Kadis PPKB, Kadis PPPA, Kadis Sosial, Kadis Ketapang, Kadis PUPR , Kadis DLHK, Kabid PNF PAUD Diknas, Kasi Pemdes PMD, dan Perwakilan TP PKK.


