Musrembang RKPD 2023 Prioritaskan Penguatan Ekonomi Kerakyatan
Gubernur Ali Baal Masdar didampingi Bupati Achmad Syukri Tammalele membuka forum musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) rencana kerja perangkat daerah (RKPD) Kabupaten Majene Tahun 2023, di Gedung LPMP Sulawesi Barat, Senin 28 Maret.
Kegiatan itu diselenggarakan berdasarkan peraturan Mendagri Nomor 86 Tahun 2017 yang bertujuan untuk membahas permasalahan dan prioritas pembangunan daerah, program, kegiatan, pagu indikatif, indikator dan target kinerja serta lokasi, penyelarasan program dan kegiatan pembangunan daerah dengan sasaran dan prioritas pembangunan provinsi, serta klarifikasi program dan kegiatan yang merupakan kewenangan daerah kabupaten/kota dengan program dan kegiatan desa yang diusulkan berdasarkan hasil musrenbang kecamatan.
“Isu strategis yang menjadi dasar penentuan program dan kegiatan dalam RPJMD 2021-2026 kabupaten adalah percepatan pencapaian SPM, pemulihan ekonomi dampak covid-19, modernisasi tata kelola pemerintahan, serta pengembangan kapasitas SDM dan kualitas infrastruktur,” jelas Bupati dalam sambutannya. “Berdasarkan isu tersebut, kita menetapkan tema pembangunan Kabupaten Majene Tahun 2023 yaitu “akselerasi inklusifitas pertumbuhan ekonomi melalui penguatan ekonomi kerakyatan menuju Majene yang unggul dan mandiri.”
Untuk mewujudkan tema pembangunan tersebut, Pemkab menetapkan 8 poin prioritas, yaitu :
- Penguatan ekonomi kerakyatan yang berbasis potensi lokal;
- Peningkatan produktifitas hasil pertanian;
- Pengembangan industrialisasi agribisnis dan agroteknologi;
- Peningkatan produktifitas dan industrialisasi produk perikanan;
- Menciptakan kemudahan akses lapangan kerja;
- Pengendalian harga-harga kebutuhan pokok;
- Pembangunan infrastruktur yang merata dan berwawasan lingkungan; dan
- Peningkatan kualitas perumahan dan kawasan permukiman.
Sementara itu, Gubernur dalam sambutannya menyinggung tentang tantangan terbesar sekaligus peluang Sulawesi Barat adalah mempersiapkan Sulbar sebagai daerah penyangga ibukota negara (IKN).
“Kita memiliki potensi SDA yang besar dan perlu dioptimalkan, khususnya sektor pertanian untuk pemenuhan logistik dan pangan di IKN,” katanya. “Transportasi laut dan udara ke IKN dan sekitarnya harus didukung dengan akses jalan provinsi dan kabupaten yang akan membuka akses ke sentra ekonomi dan komoditi potensial.”
“Juga Pengembangan sektor pariwisata yang akan menjadikan Sulbar sebagai destinasi penunjang IKN,” paparnya
Musrembang dihadiri diantaranya oleh Wakil Bupati, Sekda, anggota DPRD kabupaten dan provinsi dapil Majene, perwakilan akademisi termasuk Rektor Unsulbar dan Ketua Stain, Forkopimda, Kepala OPD, Camat, dan tokoh masyarakat.

