Majene Siap Kembangkan Layanan Darurat 112, Komdigi Dorong Pembentukan Relawan
Pemerintah Kabupaten Majene terus mematangkan kesiapan penyelenggaraan Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) 112. Langkah ini diambil untuk menghadirkan akses pelayanan kegawatdaruratan yang cepat, mudah, dan terintegrasi bagi masyarakat setempat.
Rencana tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi dan Focus Group Discussion (FGD) Penyelenggaraan Layanan NTPD 112 secara daring dari Ruang Bidang TIK Dinas Kominfo Majene, Kamis (17/9/2026) yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Majene H. Ardiansyah, serta Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (DKISP) Majene, Albar Mustar.
Dalam forum tersebut, perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI memberikan apresiasi tinggi atas komitmen Pemkab Majene. Bahkan, Komdigi mendorong Majene untuk menjadi pelopor dengan mengembangkan konsep relawan kedaruratan masyarakat.
"Kita buat menjadi contoh, Kabupaten Majene punya Relawan 112," ujar Ketua Tim Fasilitasi Sistem Perlindungan Masyarakat dan Penanggulangan Bencana (PMPB) Kementerian Komdigi RI, Agung Setio Utomo.
Menanggapi dorongan tersebut, Kadis Kominfo Majene Albar Mustar menyatakan bahwa apresiasi dari pusat menjadi suntikan semangat bagi daerah. Pemkab Majene akan segera menyusun regulasi dan skema kolaborasi bersama masyarakat agar pembentukan Relawan 112 dapat berjalan efektif. Melalui relawan ini, informasi kedaruratan di tingkat tapak diharapkan bisa tersampaikan secara lebih cepat dan akurat.
Layanan darurat 112 sendiri merupakan amanat Pasal 20 UU Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi dan Permen Kominfo Nomor 10 Tahun 2016. Regulasi ini mewajibkan pemerintah memprioritaskan penanganan informasi penting terkait keselamatan jiwa, harta benda, bencana alam, hingga wabah penyakit. Melalui satu pintu panggilan 112, masyarakat Majene nantinya tidak perlu menghafal banyak nomor darurat. Penanganan laporan akan dikoordinasikan secara instan lintas perangkat daerah seperti Pemadam Kebakaran, BPBD, Dinas Kesehatan, hingga aparat keamanan.
Selain Majene, FGD berskala regional ini juga diikuti oleh sejumlah pemerintah daerah lain, di antaranya Kabupaten Enrekang, Pasangkayu, Luwu, Buton Tengah, Gowa, dan Bolaang Mongondow, serta didukung oleh tim teknis dari Trada Telekom Indonesia.Dengan terbangunnya ekosistem NTPD 112 yang responsif dan berbasis partisipasi warga, Pemkab Majene optimistis kualitas pelayanan publik dan mitigasi bencana di wilayahnya akan meningkat signifikan.