Kemeriahan Maulid di Salabose
Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW setiap tahun di Salabose selalu meriah.
Menjelang tengah hari, masyarakat sudah mulai ramai berdatangan untuk merayakan maulid yang akan dimulai selepas Dzuhur.
Untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas, petugas dari kepolisian dan dinas perhubungan melakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup beberapa jalur seperti jalur menuju salabose dari arah belakang dan jalur yang dipersiapkan untuk dilalui rombongan Bupati Majene dan Gubernur Sulawesi Barat.
Masyarakat Salabose dan sekitarnya selalu menyambut peringatan maulid dengan antusias dan meriah. Mereka memasang hiasan dari telur berbungkus kertas aneka warna yang ditancapkan pada tiang dengan bertingkat, beberapa tiang cukup tinggi sampai mencapai lebih dari 10 tingkatan.
Cara perayaan maulid di berbagai tempat di Mandar berbeda-beda tergantung kebiasaan masyarakat sekitar mesjid, ada yang membawa semua makanan ke mesjid kemudian dimakan bersama, tetapi ada juga yang hanya membawa aneka makanan barakka’, sedangkan makanan utama berupa nasi dan lauk disediakan di rumah masyarakat, mirip suasana lebaran. Cara kedua inilah yang dipraktekkan oleh masyarakat di Salabose.
Barakka’ biasanya terdiri dari pisang, telur, ketan, dan kue tradisional seperti cucur. Barakka’ yang dibawa oleh masyarakat diserahkan dan dikumpulkan oleh panitia yang kemudian membagi-bagikannya kembali kepada semua warga masyarakat yang menghadiri maulid. Walaupun makanan barakka’ hanya sederhana, namun sesuai dengan namanya, kata barakka’ yang berarti barokah dalam bahasa Mandar, diyakini bisa mendatangkan barokah bagi yang memakannya, sehingga tak afdhol bila kita pulang tanpa menenteng barakka’ tersebut.
Perayaan maulid tahun 1441 H tahun 2019 ini, selain dihadiri Bupati majene Fahmi Massiara juga dihadiri Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar.
Perayaan maulid yang turut disponsori oleh Dinas Pariwisata ini selain menampilkan berbagai atraksi budaya tradisional oleh tokoh-tokoh adat dan agama Salabose, tak ketinggalan juga menampilkan pujian kepada Nabi Muhammad SAW melalui lantunan shalawat.
Hikmah maulid yang dibawakan oleh uztad yang didatangkan dari Makassar mampu menyedot perhatian dari semua hadirin melalui logat, guyonan, dan mimiknya yang serius mengisahkan sekelumit perjalanan Rasulullah Muhammad SAW.
Terlihat dari para tamu undangan dan masyarakat yang sangat serius menyimak tausiyah, sambil sesekali mereka tergelak akibat candaan sang uztad.