Jepang Jajaki Peluang Investasi di Majene
Wakil Bupati Majene Lukman menerima kunjungan investor dari Jepang dengan jamuan makan malam di Dapur Mandar Pamboang, Senin, 23 September 2019. Pertemuan difasilitasi oleh dewan pakar Gubernur Sulawesi Barat yang juga putri daerah Majene Yundini Husni Djamaluddin. Kehadiran investor tersebut untuk melihat langsung Sulawesi Barat, dan Majene secara khusus. Dalam rombongan hadir Ujihara Takahiro, Kusumoto Tsunahiro, Kasugai Taro, Shigetumi Tomoo dari lembaga Assosiasi Pertimbangan Hukum Pemerintah Jepang.
Lukman mengapresiasi kunjungan rombongan dari Jepang ke Kabupaten Majene. “Ini merupakan kehormatan bagi Majene dan kita berharap setelah pertemuan ini akan ada tindak lanjut dan menghasilkan kerja sama yang saling menguntungkan antara Majene dengan Jepang untuk berinvestasi ke Majene.” ucap mantan wakil ketua DPRD Majene tersebut.

Dari berbagai potensi yang dipaparkan oleh Kabid Pemerintahan Perencanaan Pengendalian dan Evaluasi Makro Bapeda Majene Afiat Mulwan, investor Jepang lebih terfokus dengan potensi ikan tuna dan tenaga kerja perawat lulusan Unsulbar. Perairan Majene termasuk dalam alur migrasi ikan tuna, dengan teknologi yang tepat potensinya sangat menjanjikan. Teknologi Teichi Ami yang sudah turun temurun dikembangkan di Jepang diharapkan dapat diimplementasikan di Majene. Untuk diketahui, Jepang adalah negara pengimpor tuna terbesar di dunia.
Di sektor tenaga kerja, Jepang juga masih membutuhkan tenaga kerja perawat, dengan syarat menguasai bahasa jepang dan punya sertifikasi keahlian. Terkait hal itu, Pembantu Dekan Fakultas Kesehatan Unsulbar yang turut menghadiri pertemuan menyatakan akan mengusulkan kurikulum Bahasa Jepang menjadi mata kuliah lokal wajib di Fakultas Kesehatan.

Dari Majene, beberapa pejabat yang menghadiri pertemuan diantaranya Asisten 2 Setda Majene/Kadis Bapenda, Kadis PMPTSP, Kadis Nakertrans, Kadis Kopdagrin, Kadis Budpar, Kadis Distanakbun, Sekdis DPKAD, Yang mewakili Kadis DKP, Sekcam Pamboang, Kasubid Pengembangan Ekonomi Kerakyatan Bapeda, Lurah Lalampanua, serta unsur akademisi dari Universitas Sulawesi Barat.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, akan dilakukan pengiriman data detail melalui Dewan Pakar Gubernur Sulawesi Barat sebagai penghubung ke pihak investor.