Festival Sandeq 2022: Mengarungi 1.000 Kilometer, Menantang Gelombang 2,5 Meter
MAJENE, - Sebanyak 35 perahu Sandeq khas Mandar telah bertolak dari Tanjung Silopo Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat menuju finish di Pantai Manggar , Balikpapan, Kalimantan Timur.
Menurut jadwal, Festival Sandeq 2022 akan menghabiskan waktu satu pekan, dari 31 Agustus hingga 6 September, yang terbagi ke dalam 7 etape.
Panitia Lomba Festival Sandeq 2022 Muhammad Ridwan Alimuddin mengatakan, peserta bakal menempuh jarak kurang lebih 500 km untuk sampai ke garis finish, berarti PP 1.000 km.
Selain itu, peserta juga akan melintasi Selat Makassar yang terkenal dalam yang merupakan zona Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II, karena itu, panitia bekerjasama dengan TNI AL untuk memberi kepastian aman bagi para Passandeq di jalur lalu lintas kapal internasional itu.
Menantang Gelombang 2,5 Meter
Para peserta juga akan menghadapi arus gelombang laut yang cukup menantang. Menurut Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Majene, rata-rata gelombang laut berkisar di angka 0,75 hingga 1,5 meter, namun diperkirakan Passandeq akan menghadapi puncak gelombang tertinggi hingga mencapai 2,5 meter pada etape VI Pulau Ambo-Pulau Salissingan tanggal 5 September.

Berikut rute etape, jadwal, dan prakiraan gelombang laut di area lintasan berdasarkan data BMKG Stasiun Majene, Selasa 30 Agustus 2022.
Etape I (Silopo- Pantai Banggae Majene, 31 Agustus)
Cuaca diperkirakan berawan, angin bertiup dari Timur ke Barat dengan kecepatan 16-30 km/jam, arus laut bergerak dari Barat ke Timur 5-20 cm/s dan gelombang berkisar pada 0,5-1 meter (masuk ke dalam kategori rendah).
Etape II (Pantai Banggae Majene-Palipi, 1 September)
Cuaca diperkirakan hujan ringan, angin bertiup dari Timur ke Barat dengan kecepatan 16-30 km/jam, arus laut bergerak dari Utara ke Selatan 5-20 cm/s dan gelombang berkisar pada 0,5-1 meter (masuk ke dalam kategori rendah).
Etape III (Palipi- Deking Malunda, 2 September)
Cuaca diperkirakan hujan ringan, angin bertiup dari Utara ke Selatan dengan kecepatan 16-30 km/jam, arus laut bergerak dari Utara ke Selatan 10-30 cm/s dan gelombang berkisar pada 0,5-1 meter (masuk ke dalam kategori rendah).
.jpg)
Etape IV (Deking Malunda-Mamuju, 3 September)
Cuaca diperkirakan hujan ringan, angin bertiup dari Tenggara ke Barat Daya dengan kecepatan 16-30 km/jam, arus laut bergerak dari Utara ke Selatan 10-30 cm/s dan gelombang berkisar pada 0,5-1 meter (masuk ke dalam kategori rendah).
Etape V (Mamuju-Pulau Ambo, 4 September)
Cuaca diperkirakan hujan ringan, angin bertiup dari Selatan ke Utara dengan kecepatan 20-40 km/jam, arus laut bergerak dari Utara ke Selatan 45-80 cm/s dan gelombang berkisar pada 1,25-1,5 meter (masuk ke dalam kategori sedang).
Etape VI (Pulau Ambo-Pulau Salissingan, 5 September)
Cuaca diperkirakan berawan, angin bertiup dari Selatan ke Utara dengan kecepatan 30-50 km/jam, arus laut bergerak dari Utara ke Selatan 60-100 cm/s dan gelombang berkisar pada 1,5-2,5 meter (masuk ke dalam kategori sedang).
Etape VII (Pulau Salissingan-Pantai Manggar, 6 September)
Cuaca diperkirakan berawan, angin bertiup dari Selatan ke Utara dengan kecepatan 20-40 km/jam, arus laut bergerak dari Utara ke Selatan 40-80 cm/s.