"Selamat datang di Kabupaten Majene"

Suspendisse interdum consectetur libero id. Fermentum leo vel orci porta non. Euismod viverra nibh cras pulvinar suspen.

Buka FTBI, Wabup Majene Ajak Masyarakat Lestarikan Bahasa Mandar

08 Oktober 2026 Dilihat 6 kali Diskominfo Majene

Buka FTBI, Wabup Majene Ajak Masyarakat Lestarikan Bahasa Mandar

Pemerintah Kabupaten Majene berkomitmen memperkuat pelestarian bahasa daerah di kalangan generasi muda. Komitmen ini ditegaskan Wakil Bupati Majene, Andi Ritamariani Basharoe, saat membuka Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kabupaten Majene di Ruang Pola Kantor Bupati Majene, Kamis (8/10/2026).

Mengusung tema “Lestarikan Bahasa Daerah, Wujudkan Generasi Berkarakter”, festival tahun ini diikuti oleh 13 peserta tingkat Sekolah Dasar (SD) dan 8 peserta tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah daerah untuk menjaga keberlangsungan bahasa Mandar di tengah derasnya arus modernisasi.

Dalam sambutannya, Andi Rita menyatakan bahwa festival ini harus terus dikembangkan agar pelaksanaannya di masa depan semakin semarak, kreatif, dan berkualitas. Ia juga mendorong agar FTBI dikolaborasikan dengan berbagai agenda kebudayaan lainnya.

"Pelestarian bahasa daerah tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata. Ini harus menjadi gerakan kebudayaan yang berkelanjutan," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, melainkan identitas dan warisan budaya yang tak ternilai bagi masyarakat Mandar. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memprioritaskan penggunaan bahasa ibu dari lingkungan terkecil.

“Melestarikan bahasa Mandar adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita mulai dari diri sendiri, keluarga, orang tua, dan sekolah. Kita hidup dan tumbuh di tanah Mandar, jangan sampai generasi muda kehilangan jati diri dan kemampuan berbahasa daerahnya sendiri,” tegasnya.

Melalui FTBI, Pemerintah Kabupaten Majene berharap generasi muda tidak hanya mengenal, tetapi juga mencintai dan aktif menggunakan bahasa Mandar dalam kehidupan sehari-hari, didukung penuh oleh sinergi antara lingkungan keluarga, pihak sekolah, dan masyarakat luas.

Share on:

Pemerintah Kabupaten Majene