"Selamat datang di Kabupaten Majene"

Suspendisse interdum consectetur libero id. Fermentum leo vel orci porta non. Euismod viverra nibh cras pulvinar suspen.

67 Lowongan diperebutkan 2.841 Pelamar

12 Februari 2020 Dilihat 68 kali megawati

67 Lowongan diperebutkan 2.841 Pelamar

Sebanyak 2.841 orang bersaing dalam Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang merupakan salah satu tahapan penerimaan CPNSD Majene tahun 2019 untuk memperebutkan 67 lowongan formasi.

Seleksi tersebut digelar selama 3 hari dari tanggal 10-12 Februari 2019 di Gedung LPMP Sulbar, Majene.

SKD dilaksanakan menggunakan metode CAT (Computer Assisted Test ) yaitu metode seleksi dengan alat bantu komputer yang digunakan untuk mendapatkan standar minimal kompetensi dasar bagi pelamar CPNS.

Jadwal Seleksi CPNSD Majene Tahun 2019

SKD dibagi ke dalam 5 sesi per hari, tiap sesi diikuti oleh 200 peserta. Dalam seleksi tersebut peserta diberikan 3 kategori tes yaitu TWK (Tes Wawasan Kebangsaan) dengan nilai passing grade 65, TIU (Tes Intelegensia Umum) passing grade 80, dan TKP (Tes Karakteristik Pribadi) passing grade 126.

Peserta yang nilainya dibawah ambang batas minimal (passing grade) pada salah satu kategori tes langsung dinyatakan gugur dan tidak bisa mengikuti seleksi selanjutnya yaitu Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), sedangkan peserta yang memenuhi passing grade juga tidak serta merta bisa mengikuti SKB, tetapi harus lolos rekapitulasi rangking.

Waris, Kabid Formasi BKPSDM Majene

Rekapitulasi rangking merupakan perkalian dari lowongan jabatan dikali 3.

“Misalnya jabatan apoteker yang memiliki 6 lowongan dikali 3, sehingga yang berhak mengikuti SKB adalah nilai SKD dari rangking 1 sampai 18 dari jabatan apoteker, demikian juga dengan Dokter misalnya yang memiliki 2 lowongan, berarti nanti akan diikuti oleh 6 peserta dari rangking 1 sampai 6,” kata Waris, Kabid Formasi BKPSDM Majene.

Polisi memeriksa peserta sebelum memasuki ruangan tes

Proses pelaksanaan SKD sangat ketat, sebelum memasuki ruang seleksi para peserta harus menitipkan semua barang bawaan di loker yang telah disediakan yang dijaga oleh Satpol PP, selanjutnya di pintu masuk ruangan peserta diperiksa oleh aparat kepolisian dengan menggunakan metal detektor, bahkan sepatu harus dibuka dan diperiksa sebelum diperbolehkan memasuki ruangan.

Pemeriksaan yang ketat tersebut dimaksudkan untuk menghindari peserta membawa alat yang dilarang, seperti kamera, alat perekam, alat komunikasi, bahkan sampai metal yang berpotensi menimbulkan kerusakan pada alat tes.

Keluarga dan rekan peserta tes mengikuti perkembangan hasil tes

Saat peserta mengikuti tes dalam ruangan, para keluarga dan rekan mereka bisa secara live mengikuti perkembangan jalannya tes dengan melihat layar monitor yang disediakan khusus diluar ruangan.

“Nanti setelah peserta selesai mengerjakan soal atau waktunya habis, baru peserta dapat melihat hasil tes di layar monitor masing-masing dan hardcopynya juga dapat dilihat di papan informasi di luar ruangan ujian,” Jelas Waris.

Peserta memeriksa rekap hasil tes

Setelah 90 menit mengikuti tes, para peserta kemudian keluar ruangan untuk mengetahui hasil tesnya, peserta yang lolos tes langsung dipanggil dan dikumpulkan panitia. Di momen inilah kita bisa menyaksikan berbagai macam ekspresi hasil perjuangan individu-individu selama mempersiapkan diri untuk menantikan hasil ini, ada bahagia dan ada duka, semua berbaur dalam air mata, yang gagal menangis karena sedih, yang lolos menangis karena bahagia. Tes SKD memang mengharu biru, dalam pelaksanaan hari pertama saja yang diikuti 1000 orang target peserta hanya 969 peserta yang hadir mengikuti seleksi, sementara orang yang memenuhi passing grade SKD diperkirakan mencapai ratusan peserta. Bagaimana tidak, dengan membandingkan jumlah pelamar dan ketersediaan formasi hanya 2,4% pelamar yang akan menjadi CPNS, sisanya 97,6% terpaksa harus menunggu kesempatan berikutnya atau mencari peluang lainnya.

Share on:

Pemerintah Kabupaten Majene